Baru saja selesai menonton film hasil garapan Geert Wilders di youtube. Film yang membuat saya penasaran, apa sih isinya sehingga setiap muslim di dunia pantas marah?
Awal bulan ini, saya ditugaskan menuliskan sebuah laporan kecil mengenai film ini dan mengirimkannya ke seluruh perwakilan. Pesan yang ingin disampaikan adalah bagi umat Islam jangan menjadikan film ini sebagai kibaran bendera merah dari umat beragama kristen. karena, Wilders adalah seorang atheis. Dia menyerang umat beragama apapun.
Jauh sebelum saya ditugaskan menuliskan laporan ini seorang teman yang sedang belajar di Inggris Raya sana mengirimkan link ke tulisan wilders "I don't hate Muslims, I hate Islam." Membacanya saya tertawa keras (mungkin kalau di YM gambarnya yang si icon tertawa sambil berguling-guling itu). Saya menertawai ke-idiotan Wilders. Bagaimana dia bisa mengatakan 'saya suka keju; tapi saya membenci susu'? Islam-lah yang membentuk muslim, seperti susu yang membentuk cream keju. Saya tidak habis pikir. setelah membaca tulisannya itu, saya mengoogle-nya. Dari sana saya temukan beribu tulisan mengenai laki-laki berambut dibleeched ini. Dia adalah seorang pembenci agama! Entah trauma macam apa yang membentuknya hingga menjadi seorang yang seperti ini.
Dari hasil googled saya pula inilah, saya menemukan nama seperti Hirsi Ali - perempuan yang dulunya beragama Islam, namun karena kecewa -kecewa akan keadaan negaranya, saya pikir, yang memperlakukan perempuan secara tidak adil- dia kini mengaku sebagai atheis juga.
Jumat lalu, film itu beredar. Karena teknologi sekarang,orang di ujung dunia macam saya pun bisa mendapatkannya dengan mudah.Sebuah film bodoh saya pikir. Dari judulnya pun, Wilders sudah memproklamasikan bahwa filmnya ini adalah Fitnah. Bukan beneran. Walaupun mengutip Qur'an sepotong-sepotong, film ini benar-benar fitnah. Tapi, masalah akan timbul bila film ini dilihat oleh orang-orang yang tak berilmu, berakal dan bernurani (well, banyak kan orang-orang seperti ini di dunia?). Film ini benar-benar provokatif. Di dalamnya digambarkan, betapa para imam menghembuskan api-api permusuhan yang membakar umat untuk membunuhi Yahudi dan orang-orang Kristen, dan dibumbui pula oleh ayat-ayat Al Qur'an yang dikutip secara asal oleh si Wilders. Untuk menambahkan keseraman doktrin Islam dari Al Qur'an ini, dalam film tersebut seorang anak berusia 3.5 tahun, berkerudung putih, ditanya "siapa itu yahudi?" dengan polosnya si gadis cilik itu menjawab "monyet dan... (saya lupa)". Dari mana kata-kata itu, tanya si pewawancara lagi. "dari Al qur'an," jawabnya.
Kita diajak untuk mengamini betapa kejam ajaran Al qur'an dan Islam itu. Bahkan seorang batita pun sudah mengerti apa itu perang melawan Yahudi dan Kristen. Dari kata 'monyet' itu, sudah ditanamkan kebencian terhadap Yahudi dan Kristen.
Bumbu-bumbunya bukan itu saja; Wilders memasukkan dokumentasi 9/11, Bom Madrid, Bom London, grafik pertumbuhan umat Muslim di Belanda dan Eropa.
Di akhir film dia mengajak penonton untuk membayangkan masa depan Belanda jika Islam berjaya. Perempuan ber-burqa, gay dilarang, dan sebagainya, dan seterusnya. Suara Mushaf Al Qur'an dirobek pun ia katakan sebagai "ini hanya suara buku dirobek."
Hentikan Islamisasi, begitu pesan di penutup film.
Saya sedih dan marah tentu saja. Tapi, percaya atau tidak saya lebih banyak menertawakan ketololan Wilders (ya seperti tertawa di YM itu, berguling-guling).Saya jadi jatuh kasihan kepadanya. Melihat fotonya, saya lihat sorot mata yang tak tahu hendak kemana.Sorot mata yang menafikan kebenaran. sorot mata takut (dispite his act).
Wilders mencari sensasi demi ketenarannya dan keabadian kekuasaan di kursi parlemen. Ia mencari tiap jalan demi ambisinya ini. isu islamlah yang ia pilih. karena isu ini benar-benar seksi. lain halnya kalau ia memilih yahudi (karena ia pernah menggunakan isu ini tapi gagal). Islam sedang menjadi primadona, main topic of the earth. dia melihat peluang ini. saya berpikir, tidaklah perlu kita membalasnya dan menyerang balik. wilders akan menang dan keinginannya akan tercapai 'bahwa islam memang benar agama yang biadab.' Saya teringat Rasulullah, saya bahkan bertanya apa yang Rasulullah akan perbuat jikalau Beliau menghadapi masalah seperti ini? Then again, saya teringat hadist-hadist yang menggambarkan betapa beliau tidak pernah menggubris hinaan, cacian makian. Bahkan ketika beliau dilempari kotoran. Beliau tidak pernah membalasnya dengan melabrak si pelempar kotoran. Kenapa kita, ga meniru seperti itu? Biarkan saja Wilders dengan Fitna-nya. Biar saja dia berbusa-busa menghina Islam, tooh ISlam ga akan bangkrut gara-gara seorang WIlders. Yang bisa membuat ISlam jatuh, ya penganutnya sendiri, kalau kita berbuat anarki.
Jangan terprovokasi oleh orang-orang idiot macam itu. kita umat yang berbudaya.
Sunday, March 30, 2008
Saturday, March 15, 2008
Antri Transjakarta
Sunday, February 17, 2008
Pindah
What I hate working with Deplu is ‘Farewell’. Mengucapkan selamat tinggal pada sesuatu, orang-orang, lalu menuju tempat baru dan bertemu orang-orang baru pula.
Hari Jumat lalu, beberapa orang mengucapkan ‘sampai jumpa’. Saya salah satu dari orang-orang itu. Sedih. After all those moments shared. Setelah mengucapkan itu, saya langsung pergi tanpa menoleh. Kalau saya menoleh, pasti saya menangis.
Keesokannya, saya mengunjungi Sarinah-Thamrin. Dan saya melihat gedung Ex-PBB, sebulan lalu kami masih di sana. Gedung itu pernah menjadi kantor sementara kami selama gedung lama berlantai 6 di Pejambon didekorasi ulang. Mata saya berkaca-kaca. Melihat gedung itu kini bertambah tua, lelah. Tak terlihat hilir-mudik orang-orang lagi. Saat kami, para Deplu-ers menempati gedung itu, walaupun memang gedung itu sudah tua, gedung itu tampak lebih ceria dan hidup. Dari Sarinah saya memandang ke sudut kiri lantai 3 gedung itu, membayangkan bulan-bulan yang kami habiskan di sana. Makan ke Sabang, belanja di Sarinah dan EX, bahkan Burger King dan Pizza Hut menorehkan kenangan saat berkantor di sana.
Hhhhh… saya kembali menghela napas. Satu persatu personel ruang itu pergi, termasuk saya yang akan meneruskan pendidikan di negeri seberang sana. Digantikan orang-orang baru.
Saya pun beranjak. Seperti juga hidup yang terus bergulir dan terus bergulir.
Hari Jumat lalu, beberapa orang mengucapkan ‘sampai jumpa’. Saya salah satu dari orang-orang itu. Sedih. After all those moments shared. Setelah mengucapkan itu, saya langsung pergi tanpa menoleh. Kalau saya menoleh, pasti saya menangis.
Keesokannya, saya mengunjungi Sarinah-Thamrin. Dan saya melihat gedung Ex-PBB, sebulan lalu kami masih di sana. Gedung itu pernah menjadi kantor sementara kami selama gedung lama berlantai 6 di Pejambon didekorasi ulang. Mata saya berkaca-kaca. Melihat gedung itu kini bertambah tua, lelah. Tak terlihat hilir-mudik orang-orang lagi. Saat kami, para Deplu-ers menempati gedung itu, walaupun memang gedung itu sudah tua, gedung itu tampak lebih ceria dan hidup. Dari Sarinah saya memandang ke sudut kiri lantai 3 gedung itu, membayangkan bulan-bulan yang kami habiskan di sana. Makan ke Sabang, belanja di Sarinah dan EX, bahkan Burger King dan Pizza Hut menorehkan kenangan saat berkantor di sana.
Hhhhh… saya kembali menghela napas. Satu persatu personel ruang itu pergi, termasuk saya yang akan meneruskan pendidikan di negeri seberang sana. Digantikan orang-orang baru.
Saya pun beranjak. Seperti juga hidup yang terus bergulir dan terus bergulir.
Friday, February 1, 2008
Quote Cinta Laura
Sekarang ini, quotenya aja deh yang saya muat. Nanti saya akan tulis komentar saya tentang gadis cilik yang mengaku tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan akan belajar Bahasa Indonesia di Australia ini.
Enjoy!
"kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting. ..jadi mendingan kasi bracelet from platina" -Cinta Laura
"Aku pengen ke America atau ke England kalau udah masuk ke university. Kalau di England pengen ke Oxford, kalau di America pengen ke Harvard atau Yale atau Princeton" -Cinta Laura-
"Banyak orang-orang yang ikut dunia entertainment langsung drop out of school, itu menurut aku that's really really stupid. Soalnya mereka nggak pikirin long term" -Cinta Laura-
"aku gak suka dengan istilah boyfriend..aku lebih suka disebut teman dekat..teman buat punching, running,lari lari kecil ..." –Cinta Laura-
"Not all beautiful people bisa menjadi famous"- Cinta Laura
" Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta "- Cinta Laura
"udah ujan,becek,gak ada ojek...." -Cinta Laura
"aku ada masalah dengan gastrow aku, jadi gak bisa puasa...." -Cinta Laura-
"Aku kalow di dalam negeri sukanya liburan ke Bali karna aku punya apartmen disana" - Cinta Laura-
"Aku udah keliling keliling dunia, ke London, German and several countries karena papaku General Manager di Hyatt" -Cinta Laura-
"Cinta mengucapkan selamat puasa semuanya. Rock on ! "-Cinta Laura-
"Makanan favorit Cinta tuh, cuna syusyi (tuna sushi maksudnye…)" -Cinta Laura-
"kamu nggak cocok pake logat english karena kamu dari kecil tinggal di Indonesia " -Cinta Laura pada samuel artis ABG berwajah Indo tapi lahir & besar di indonesia-
"Cinta ingin berhenti waktu career Cinta sedang naik, biar tetap dikenang so kalau orang-orang mengingat Cinta itu oh my God, Cinta Laura…" -Cinta Laura-
"Cinta mengajar di sekolah untuk anak-anak ini karena pendidikan di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan di german. Indonesia kan negara miskin, banyak orang-orangnya masih bodoh, tidak sekolah" -Cinta Laura-
"Waktu Cinta study tour ke India dari sekolah disana negaranya lebih kotor, banyak orang-orang miskin, rumah-rumah jelek di pinggir jalan. Orang-orang tidur di stasiun kereta, iuuugghhh….." -Cinta Laura-
"dari kecil papa sudah punya banyak mobil waktu di German kita punya 5 mobil tapi karena garagenya tidak cukup jadi papa menjual mobil-mobil itu tinggal 2. tapi aku paling suka yang Audi A4…."-Cinta Laura-
Enjoy!
"kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting. ..jadi mendingan kasi bracelet from platina" -Cinta Laura
"Aku pengen ke America atau ke England kalau udah masuk ke university. Kalau di England pengen ke Oxford, kalau di America pengen ke Harvard atau Yale atau Princeton" -Cinta Laura-
"Banyak orang-orang yang ikut dunia entertainment langsung drop out of school, itu menurut aku that's really really stupid. Soalnya mereka nggak pikirin long term" -Cinta Laura-
"aku gak suka dengan istilah boyfriend..aku lebih suka disebut teman dekat..teman buat punching, running,lari lari kecil ..." –Cinta Laura-
"Not all beautiful people bisa menjadi famous"- Cinta Laura
" Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta "- Cinta Laura
"udah ujan,becek,gak ada ojek...." -Cinta Laura
"aku ada masalah dengan gastrow aku, jadi gak bisa puasa...." -Cinta Laura-
"Aku kalow di dalam negeri sukanya liburan ke Bali karna aku punya apartmen disana" - Cinta Laura-
"Aku udah keliling keliling dunia, ke London, German and several countries karena papaku General Manager di Hyatt" -Cinta Laura-
"Cinta mengucapkan selamat puasa semuanya. Rock on ! "-Cinta Laura-
"Makanan favorit Cinta tuh, cuna syusyi (tuna sushi maksudnye…)" -Cinta Laura-
"kamu nggak cocok pake logat english karena kamu dari kecil tinggal di Indonesia " -Cinta Laura pada samuel artis ABG berwajah Indo tapi lahir & besar di indonesia-
"Cinta ingin berhenti waktu career Cinta sedang naik, biar tetap dikenang so kalau orang-orang mengingat Cinta itu oh my God, Cinta Laura…" -Cinta Laura-
"Cinta mengajar di sekolah untuk anak-anak ini karena pendidikan di Indonesia masih kurang dibandingkan dengan di german. Indonesia kan negara miskin, banyak orang-orangnya masih bodoh, tidak sekolah" -Cinta Laura-
"Waktu Cinta study tour ke India dari sekolah disana negaranya lebih kotor, banyak orang-orang miskin, rumah-rumah jelek di pinggir jalan. Orang-orang tidur di stasiun kereta, iuuugghhh….." -Cinta Laura-
"dari kecil papa sudah punya banyak mobil waktu di German kita punya 5 mobil tapi karena garagenya tidak cukup jadi papa menjual mobil-mobil itu tinggal 2. tapi aku paling suka yang Audi A4…."-Cinta Laura-
Sunday, January 6, 2008
OUTING, MC-ING AND BOWLING
Sebenarnya saya tidak mau mengikuti outing yang diadakan biro dimana saya ditempatkan. Tapi, berhubung saya tiba-tiba didaulat menjadi MC (uugh, jadi ingat saat-saat magang. Tugas saya bila ada kegiatan di KBRI ga lain dan ga bukan adalah menjadi MC dan nyanyi). Anyway, demi melancarkan acara dan ga mau mengecewakan orang banyak (halaah…), akhirnya saya datang.
Bermalas-malasan di tempat tidur harus saya tangguhkan dulu. Saya harus bangun pagi agar tidak ketinggalan bis yang akan mengantarkan kami semua ke tempat outing itu. Tiba di Pejambon, dua bis sudah menunggu. Pukul 8 pagi, kami berangkat. Saya tidak punya bayangan sedikitpun soal tempat yang akan kami datangi. Menurut info siih…itu adalah kebun buah. Paling ga jauh-jauh dari Mekar Sari, atau kebun rambutan dekat rumah saya,hehehehe.
Begitu sampai di sana, saya ga takjub,hahahaha. Ternyata tempatnya bukan di daerah dingin. Walaupun namanya Bogor, tapi bukan Bogor Puncak. Though, tempat itu dikelilingi bebukitan,bukan bebukitan tanah melainkan KAPUR! Dan di tempat itu ada pabrik Indocement. Bisa menebak kan ke arah mana? Yup, bukit-bukit itu adalah tambang. Bahkan sempat kami melewati conveyor belt yang melintang tepat di atas jalan raya yang kami lewati.
Yang menarik dari tempat itu adalah sawah. Saya jadi teringat masa kecil. Saat tepat di belakang kampung Betawi yang saya tinggali terdapat sawah luas menghampar (kini tinggal kenangan). Saya terbiasa berlari di pematang sawah, berburu keong mas sawah yang enak sekali, bermain lumpur, ikut memotong padi, bermain-main terompet dengan buluh-buluh padi dan bermain layang-layang di sawah sehabis panen.
Acara pertama di sana adalah country walk. Memetik buah, memberi makan angsa-angsa, berfoto dengan sapi (hahahahaha), dan bermain di sawah. Tapi berhubung saya tidak membawa perlengkapan, maka saya hanya memotret-motret sawah saja.
Acara nyanyi, dan ngeMC-nya biasa aja. Bagi-bagi hadiahnya juga biasa aja :D yang luar biasa adalah acara sesudahnya: SAYA DICULIK!
Tiga cowok angkatan di atas saya menculik saya untuk diajari main bowling!
Tadinya saya tidak mau, karena capek dan ingin banget creambath ke salon terdekat. Yaa namanya cewek kalau weekend itu haven-nya ya salon atau mall,hehehehe. Naah, Rino, kidnaper no.1 (hahahaha) bilang bahwa dia akan menjemput temannya dulu setelah menurunkan Aldi-yang mengambil mobilnya- dan Boni di Pejambon. Mereka akan bergabung nantinya. Rino bilang, nanti kita makan bakso enak. Wuiiih, saya langsung mau. Karena apa lagi obat sakit kepala dan pengusir dinginnya hujan selain semangkuk bakso yang yum-yum.
Setelah menjemput temannya, yang ternyata Dessy (dodol! Kenapa pake berahasia-rahasian begini?! hahahaha) kami makan bakso. Bakso yang aneh dan enak…hahahaha…bakso sebesar bola tenis itu berisi bermacam-macam, ada keju barbeque, cheesy cheese, sosis panggang, mayonnaise, dll. Saya memilih bakso sosis goreng dan barbeque cheese. Yuuuuuuuuuuuum…
Setelah semangkuk bakso dan segelas the tawar hangat, kami beranjak. Saya minta diturunkan, tapi rayuan Rino membuat saya mengurungkan niat. Jadilah saya ikut ke Automall SCBD.
Di sana Aldi, Boni dan Yopin sudah menunggu. My curiosity mengalahkan kemalasan saya. Akhirnya saya bergabung dengan mereka. Setelah menukar sepatu saya siap bermain. Empat cowok itu menjadi tutor bowling saya. Mas Boni yang mengajarkan memilih bola, Aldi yang mengajari cara melangkah dan melempar (beneran melempar pertamanya) bola, Yopin mengajarkan PD dan ritualnya agar bisa strike terus, Rino menyemangati.. Aduuuh, saya adalah murid yang memalukan. Kata Yopin, kalau ada record nilai terendah di bowling court ini maka sayalah pemenangnya,huahuahuahuahua.
Dan ‘Oh No’-nya lagi adalah saya memiliki seorang saksi dari angkatan sendiri yang tengah main bowling di tempat yang sama. Aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… (hey kamu! Awas kalau membocorkan ke K-31 *mengancam mode on*).
Sebenarnya gara-gara saya juga. Saking senangnya nemu mainan baru dan diajarin bowling sama 4 co itu (dan pengen pamer,hehehehehe), saya sms sahabat saya itu. And he replied, kalau dia dan teman-temannya juga sedang main bowling. Dimana? Tanya saya, dan menambah ‘aku di automall scbd’. Ternyata oh ternyata, dua grup dari grup saya adalah grupnya. Dan dia yang pertama menghampiri. Wadudududh…
Rino mengundanya untuk melihat layar scor,” liat itu scornya hastin.” “Don’t…! Don’t even try to think to see it!” ancam saya ke padanya. Dia tertawa takjub tapi berjanji ga liat sambil menutup matanya dengan sebelah tangannya…adudududududududuh… hancurlah reputasi saya.
Ketika gilran saya main, dia bertanya ‘hastin, mau difoto ga?”
“GAAAAAAAAAAAAA…!!!” sambil berkacak satu tangan (wong tangan satu lagi megang bola berat itu).
Dia tertawa lagi.
Syukurlah, setelah melakukan ritual Yopin hihihihihi, bola berwana pink saya ga menggelincir ke parit, tapi tetap di jalurnya dan menjatuhkan beberapa pin. Hehehehehe…
Empat cowok dan Dessy bersorak.
Dia sempat bergabung sebentar. Pembenaran saya terhadap nilai 59 yang saya kumpulkan (sementara yang lain ratusan! Bahkan Rino berhasil ‘turkey’) adalah ‘hehehehe…this is my first try,:P”
Anyway, we had, means Boni, Yopin, RIno, Dessy, Aldi and Nabil (yang bergabung belakangan), sooooooo much fun. Walaupun pertamanya mereka menculik saya, hehehehehe.
Kapan main bowling lagi? Hahahahah jadi ketagihan.
(PS: ternyata saat saya bercerita di rumah, adik saya bilang, keponakan saya yang berumur 3 tahun jago main bowling. Halaaaaaaaaaah…)
Bermalas-malasan di tempat tidur harus saya tangguhkan dulu. Saya harus bangun pagi agar tidak ketinggalan bis yang akan mengantarkan kami semua ke tempat outing itu. Tiba di Pejambon, dua bis sudah menunggu. Pukul 8 pagi, kami berangkat. Saya tidak punya bayangan sedikitpun soal tempat yang akan kami datangi. Menurut info siih…itu adalah kebun buah. Paling ga jauh-jauh dari Mekar Sari, atau kebun rambutan dekat rumah saya,hehehehe.
Begitu sampai di sana, saya ga takjub,hahahaha. Ternyata tempatnya bukan di daerah dingin. Walaupun namanya Bogor, tapi bukan Bogor Puncak. Though, tempat itu dikelilingi bebukitan,bukan bebukitan tanah melainkan KAPUR! Dan di tempat itu ada pabrik Indocement. Bisa menebak kan ke arah mana? Yup, bukit-bukit itu adalah tambang. Bahkan sempat kami melewati conveyor belt yang melintang tepat di atas jalan raya yang kami lewati.
Yang menarik dari tempat itu adalah sawah. Saya jadi teringat masa kecil. Saat tepat di belakang kampung Betawi yang saya tinggali terdapat sawah luas menghampar (kini tinggal kenangan). Saya terbiasa berlari di pematang sawah, berburu keong mas sawah yang enak sekali, bermain lumpur, ikut memotong padi, bermain-main terompet dengan buluh-buluh padi dan bermain layang-layang di sawah sehabis panen.
Acara pertama di sana adalah country walk. Memetik buah, memberi makan angsa-angsa, berfoto dengan sapi (hahahahaha), dan bermain di sawah. Tapi berhubung saya tidak membawa perlengkapan, maka saya hanya memotret-motret sawah saja.
Acara nyanyi, dan ngeMC-nya biasa aja. Bagi-bagi hadiahnya juga biasa aja :D yang luar biasa adalah acara sesudahnya: SAYA DICULIK!
Tiga cowok angkatan di atas saya menculik saya untuk diajari main bowling!
Tadinya saya tidak mau, karena capek dan ingin banget creambath ke salon terdekat. Yaa namanya cewek kalau weekend itu haven-nya ya salon atau mall,hehehehe. Naah, Rino, kidnaper no.1 (hahahaha) bilang bahwa dia akan menjemput temannya dulu setelah menurunkan Aldi-yang mengambil mobilnya- dan Boni di Pejambon. Mereka akan bergabung nantinya. Rino bilang, nanti kita makan bakso enak. Wuiiih, saya langsung mau. Karena apa lagi obat sakit kepala dan pengusir dinginnya hujan selain semangkuk bakso yang yum-yum.
Setelah menjemput temannya, yang ternyata Dessy (dodol! Kenapa pake berahasia-rahasian begini?! hahahaha) kami makan bakso. Bakso yang aneh dan enak…hahahaha…bakso sebesar bola tenis itu berisi bermacam-macam, ada keju barbeque, cheesy cheese, sosis panggang, mayonnaise, dll. Saya memilih bakso sosis goreng dan barbeque cheese. Yuuuuuuuuuuuum…
Setelah semangkuk bakso dan segelas the tawar hangat, kami beranjak. Saya minta diturunkan, tapi rayuan Rino membuat saya mengurungkan niat. Jadilah saya ikut ke Automall SCBD.
Di sana Aldi, Boni dan Yopin sudah menunggu. My curiosity mengalahkan kemalasan saya. Akhirnya saya bergabung dengan mereka. Setelah menukar sepatu saya siap bermain. Empat cowok itu menjadi tutor bowling saya. Mas Boni yang mengajarkan memilih bola, Aldi yang mengajari cara melangkah dan melempar (beneran melempar pertamanya) bola, Yopin mengajarkan PD dan ritualnya agar bisa strike terus, Rino menyemangati.. Aduuuh, saya adalah murid yang memalukan. Kata Yopin, kalau ada record nilai terendah di bowling court ini maka sayalah pemenangnya,huahuahuahuahua.
Dan ‘Oh No’-nya lagi adalah saya memiliki seorang saksi dari angkatan sendiri yang tengah main bowling di tempat yang sama. Aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… (hey kamu! Awas kalau membocorkan ke K-31 *mengancam mode on*).
Sebenarnya gara-gara saya juga. Saking senangnya nemu mainan baru dan diajarin bowling sama 4 co itu (dan pengen pamer,hehehehehe), saya sms sahabat saya itu. And he replied, kalau dia dan teman-temannya juga sedang main bowling. Dimana? Tanya saya, dan menambah ‘aku di automall scbd’. Ternyata oh ternyata, dua grup dari grup saya adalah grupnya. Dan dia yang pertama menghampiri. Wadudududh…
Rino mengundanya untuk melihat layar scor,” liat itu scornya hastin.” “Don’t…! Don’t even try to think to see it!” ancam saya ke padanya. Dia tertawa takjub tapi berjanji ga liat sambil menutup matanya dengan sebelah tangannya…adudududududududuh… hancurlah reputasi saya.
Ketika gilran saya main, dia bertanya ‘hastin, mau difoto ga?”
“GAAAAAAAAAAAAA…!!!” sambil berkacak satu tangan (wong tangan satu lagi megang bola berat itu).
Dia tertawa lagi.
Syukurlah, setelah melakukan ritual Yopin hihihihihi, bola berwana pink saya ga menggelincir ke parit, tapi tetap di jalurnya dan menjatuhkan beberapa pin. Hehehehehe…
Empat cowok dan Dessy bersorak.
Dia sempat bergabung sebentar. Pembenaran saya terhadap nilai 59 yang saya kumpulkan (sementara yang lain ratusan! Bahkan Rino berhasil ‘turkey’) adalah ‘hehehehe…this is my first try,:P”
Anyway, we had, means Boni, Yopin, RIno, Dessy, Aldi and Nabil (yang bergabung belakangan), sooooooo much fun. Walaupun pertamanya mereka menculik saya, hehehehehe.
Kapan main bowling lagi? Hahahahah jadi ketagihan.
(PS: ternyata saat saya bercerita di rumah, adik saya bilang, keponakan saya yang berumur 3 tahun jago main bowling. Halaaaaaaaaaah…)
Reminiscing 2007
Beberapa jam lagi Bumi bagian barat akan memasuki tahun 2008. Mungkin saat saya menuliskan blog ini, di salah satu kota di New Zealand sana sudah memasuki tahun 2008.
Sungguh, waktu berlalu begitu cepat.
Saya memulai tahun 2007 ini di Moskow. Bergabung bersama ribuan orang Moskow dan orang dari kota-kota terdekat Moskow untuk menunggu pergantian tahun. Lapangan Merah saat itu dipenuhi oleh orang. Tua dan muda. Walaupun suhu di bawah nol, tidak mengurangi semangat orang untuk menyambut tahun baru di Lapangan lagendaris itu. Dengan mengenakan winter outfit lengkap, saya dan teman-teman Indonesia ikut larut dalam gegap-gempita Krasnaja Ploshad’. Ketika jarum jam di Kreml menunjukan pukul 12 tengah malam, sorak sorai membahana. Seruan ‘S Novym Godom!’ diteriakan kepada semua orang, pelukan, irama letupan botol champagne, vodka, atau kaleng soda (ya anak-anak kan ga mungkin minum liquor)berbaur dengan letupan fireworks dan siraman kembang-kembang api itu berlomba dengan salju tipis turun ke bumi. Aaah, pengalaman tak terlupakan. Indah…
Pulang ke republik ini, saya ‘disambut’ dengan masalah a la sinetron Indonesia yang dangdut abeeyz (whoops, bukan meledek dangdut). Seorang laki-laki yang mengaku dan merasa innocent bak angel menuduh saya melakukan hal-hal aneh. Padahal, dia sendirilah yang berbuat, dan dia melimpahkan kegagalannya itu ke saya. Tipuannya sudah tak mempan lagi kepada beberapa perempuan. Sayalah si pembuat onar; perusak kebahagiaannya, begitu menurutnya. Padahal apa yang saya lakukan bukan seperti itu. Saya hanya penasaran, berapa banyak perempuan yang jadi korbannya. Dan kebetulan, entah kenapa, dengan mudah saya menemukan korban-korbannya. Dan voila…terbukalah kotak Pandora. Dia mengamuk. Para perempuan itu sadar; walaupun sebenarnya saya yakin mereka bisa put two and two together dan selama ini mencurigainya.
Masalah sinetron ini berlanjut hingga Ramadhan lalu. Padahal saat itu saya sudah hendak melupakan semuanya. Saya meminta maaf jikalau ada tindakan saya yang salah (walaupun semua orang bilang untuk apa meminta maaf. Toh dia yang salah). Tetapi dia tidak mau memaafkan. Ya sudahlah…saya harus berjalan terus. Walaupun jujur saja, saya sakit hati dan marah dituduh yang bukan-bukan. Dan lucunya, sebelumnya kami pernah bertemu dan membahas ini dengan tertawa-tawa dan akrab. Saya anggap masalah ini selesai. Ternyata tidak di pikirannya yang masih kanak-kanak dan jiwanya yang sakit.
Tahun ini, 2007, saya lebih banyak belajar, termasuk belajar memaafkan dan lebih sabar. Kehilangan handphone dan sejumlah uang termasuk pengalaman yang tak terlupakan. Kejadian di bulan Oktober ini membuat saya lebih waspada dan tidak mempercayai orang dengan mudah.
Di bulan November, saya mendapatkan berita mengenai masa depan saya. Senang, deg-degan, dan waaah…saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
2008 tinggal beberapa jam lagi. Hujan deras di luar sana seperti isyarat untuk mejadikan masa lalu sebagai pelajaran. Bukan hal yang harus dibuang dan dibenci.
Selamat tahun baru 2008 semua…semoga apa yang kalian tuliskan dalam resolusi 2008 dapat terwujud.
Sungguh, waktu berlalu begitu cepat.
Saya memulai tahun 2007 ini di Moskow. Bergabung bersama ribuan orang Moskow dan orang dari kota-kota terdekat Moskow untuk menunggu pergantian tahun. Lapangan Merah saat itu dipenuhi oleh orang. Tua dan muda. Walaupun suhu di bawah nol, tidak mengurangi semangat orang untuk menyambut tahun baru di Lapangan lagendaris itu. Dengan mengenakan winter outfit lengkap, saya dan teman-teman Indonesia ikut larut dalam gegap-gempita Krasnaja Ploshad’. Ketika jarum jam di Kreml menunjukan pukul 12 tengah malam, sorak sorai membahana. Seruan ‘S Novym Godom!’ diteriakan kepada semua orang, pelukan, irama letupan botol champagne, vodka, atau kaleng soda (ya anak-anak kan ga mungkin minum liquor)berbaur dengan letupan fireworks dan siraman kembang-kembang api itu berlomba dengan salju tipis turun ke bumi. Aaah, pengalaman tak terlupakan. Indah…
Pulang ke republik ini, saya ‘disambut’ dengan masalah a la sinetron Indonesia yang dangdut abeeyz (whoops, bukan meledek dangdut). Seorang laki-laki yang mengaku dan merasa innocent bak angel menuduh saya melakukan hal-hal aneh. Padahal, dia sendirilah yang berbuat, dan dia melimpahkan kegagalannya itu ke saya. Tipuannya sudah tak mempan lagi kepada beberapa perempuan. Sayalah si pembuat onar; perusak kebahagiaannya, begitu menurutnya. Padahal apa yang saya lakukan bukan seperti itu. Saya hanya penasaran, berapa banyak perempuan yang jadi korbannya. Dan kebetulan, entah kenapa, dengan mudah saya menemukan korban-korbannya. Dan voila…terbukalah kotak Pandora. Dia mengamuk. Para perempuan itu sadar; walaupun sebenarnya saya yakin mereka bisa put two and two together dan selama ini mencurigainya.
Masalah sinetron ini berlanjut hingga Ramadhan lalu. Padahal saat itu saya sudah hendak melupakan semuanya. Saya meminta maaf jikalau ada tindakan saya yang salah (walaupun semua orang bilang untuk apa meminta maaf. Toh dia yang salah). Tetapi dia tidak mau memaafkan. Ya sudahlah…saya harus berjalan terus. Walaupun jujur saja, saya sakit hati dan marah dituduh yang bukan-bukan. Dan lucunya, sebelumnya kami pernah bertemu dan membahas ini dengan tertawa-tawa dan akrab. Saya anggap masalah ini selesai. Ternyata tidak di pikirannya yang masih kanak-kanak dan jiwanya yang sakit.
Tahun ini, 2007, saya lebih banyak belajar, termasuk belajar memaafkan dan lebih sabar. Kehilangan handphone dan sejumlah uang termasuk pengalaman yang tak terlupakan. Kejadian di bulan Oktober ini membuat saya lebih waspada dan tidak mempercayai orang dengan mudah.
Di bulan November, saya mendapatkan berita mengenai masa depan saya. Senang, deg-degan, dan waaah…saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
2008 tinggal beberapa jam lagi. Hujan deras di luar sana seperti isyarat untuk mejadikan masa lalu sebagai pelajaran. Bukan hal yang harus dibuang dan dibenci.
Selamat tahun baru 2008 semua…semoga apa yang kalian tuliskan dalam resolusi 2008 dapat terwujud.
Sunday, August 19, 2007
Topik Pertama
Topik yang tidak pernah basi. Selalu dan selalu akan terjadi di dunia ini. Ya, selingkuh ini.
Malam ini, membaca ‘Norwegian Wood’-Haruki Murakami saya mendengarkan CD Album baru Krisdayanti. Saya tersentak saat mendengarkan lagu “Kaum Hawa”. Lagu ini menceritakan si penyanyi sebagai perempuan lain, yang merebut kekasih perempuan lainnya. Dia, si perempuan yang menceritakan kisahnya lewat lagu ini, merasa dia pantas bahagia dengan laki-laki itu. Tetapi, ia sadar bahwa ia menyakiti kaumnya, sesama perempuan. Saya jadi teringat dengan kisah saya sendiri yang terkubur jauh di kenangan saya…
Saat itu saya masih kuliah tingkat akhir. Sedang menyusun skripsi, sambil main-main (tetapi lebih banyak mainnya sih). Saya kenal dengan seorang laki-laki. Ia cerdas, bekerja di salah satu perusahaan besar dan terkenal, lulusan salah satu institut paling bergengsi di Indonesia, a few years older that I was. Perempuan manapun akan terbuai. One things lead to another.
Entah bagaimana caranya saya mengetahui kalau dia telah beristri. Wuah, saya kaget. Teramat sangat. Saya meminta untuk berbicara mengenai ini. Dialog seru terjadi. Saya, sebagai perempuan lain dan dia laki-laki yang mencari perempuan lain.
No, affair is not so me at all. Saya berkata padanya, saya tidak bisa meneruskan ini. Dia memberikan argumentasi bahwa ini semua hanya main-main. Tak sampai tidur bersama.
Tidak, tolak saya. Affairs perhaps will last 2 or 3 years, but the consequences will last a life time.
Ya lalu kenapa? Tanyanya. We have fun together.
Tidak. Aku menghargai diriku sebagai perempuan dan sebagai perempuan aku menghargai istrimu. Coba apa rasanya bila aku berada di posisi sebagai istrimu? Akan amat sangat pedih ketika mengetahui suami yang kucintai mengkhianati. Duuuh, ga kebayang.
Dialog itu terjadi hingga berpuluh menit. Dan diakhiri saya meninggalkannya.
Beberapa teman, dengan bercanda, berkata kenapa saya tidak meneruskan affair itu saja. Kan bisa minta apapun, dari pulsa telp selular –maklumlah saat itu masih berstatus mahasiswa yang bergantung pada uang saku, minta dibelikan ini dan itu, tanpa susah-susah.
Hah! It’s not so me. Betapa murahnya! Selama hidup saya, saya tak akan melukai perasaan perempuan lain dengan merebut kekasih atau suaminya.
Kini, saya berpikir, ada apa dengan laki-laki jaman sekarang? Mengapa mereka mencari sampingan? Adakah satu istri/ atau satu kekasih tidak cukup bagi mereka? Apalagi baru-baru lalu, poligami marak. Dua bulan lalu,saat diikut sertakan dalam Kajian Islam Kantor di kawasan sejuk saya sempat mendebat seorang penceramah saat dia membawakan topik poligami. Saya berargumen bahwa sebelum memutuskan ‘ok, dia akan saya jadikan istri kedua saya’, pasti ada tahap-tahap selingkuh juga. Apakah ini benar dalam agama? Mana ada laki-laki jaman sekarang sesuci Rasulullah dan setulus Sang UtusanNya itu? Bahkan seorang Dai kondang saja tidak bisa menahan hasrat hatinya melihat kemulusan dan kebeningan seorang perempuan lain. Walaupun dengan dalih menolong janda, but please… kalau jandanya ga bening kaya gitu, saya percaya deh.
Aah sudahlah, kok saya jadi meneracau begini? Mending saya teruskan membaca buku kedua yang sudah saya siapkan untuk weekend ini, The Black Book –Orhan Pamuk. Entah ide apa lagi yang akan muncul di benak saya setelah membaca buku ini? Hmmm, enaknya sambil mendengarkan CD Michael Buble yang baru saya beli…
Malam ini, membaca ‘Norwegian Wood’-Haruki Murakami saya mendengarkan CD Album baru Krisdayanti. Saya tersentak saat mendengarkan lagu “Kaum Hawa”. Lagu ini menceritakan si penyanyi sebagai perempuan lain, yang merebut kekasih perempuan lainnya. Dia, si perempuan yang menceritakan kisahnya lewat lagu ini, merasa dia pantas bahagia dengan laki-laki itu. Tetapi, ia sadar bahwa ia menyakiti kaumnya, sesama perempuan. Saya jadi teringat dengan kisah saya sendiri yang terkubur jauh di kenangan saya…
Saat itu saya masih kuliah tingkat akhir. Sedang menyusun skripsi, sambil main-main (tetapi lebih banyak mainnya sih). Saya kenal dengan seorang laki-laki. Ia cerdas, bekerja di salah satu perusahaan besar dan terkenal, lulusan salah satu institut paling bergengsi di Indonesia, a few years older that I was. Perempuan manapun akan terbuai. One things lead to another.
Entah bagaimana caranya saya mengetahui kalau dia telah beristri. Wuah, saya kaget. Teramat sangat. Saya meminta untuk berbicara mengenai ini. Dialog seru terjadi. Saya, sebagai perempuan lain dan dia laki-laki yang mencari perempuan lain.
No, affair is not so me at all. Saya berkata padanya, saya tidak bisa meneruskan ini. Dia memberikan argumentasi bahwa ini semua hanya main-main. Tak sampai tidur bersama.
Tidak, tolak saya. Affairs perhaps will last 2 or 3 years, but the consequences will last a life time.
Ya lalu kenapa? Tanyanya. We have fun together.
Tidak. Aku menghargai diriku sebagai perempuan dan sebagai perempuan aku menghargai istrimu. Coba apa rasanya bila aku berada di posisi sebagai istrimu? Akan amat sangat pedih ketika mengetahui suami yang kucintai mengkhianati. Duuuh, ga kebayang.
Dialog itu terjadi hingga berpuluh menit. Dan diakhiri saya meninggalkannya.
Beberapa teman, dengan bercanda, berkata kenapa saya tidak meneruskan affair itu saja. Kan bisa minta apapun, dari pulsa telp selular –maklumlah saat itu masih berstatus mahasiswa yang bergantung pada uang saku, minta dibelikan ini dan itu, tanpa susah-susah.
Hah! It’s not so me. Betapa murahnya! Selama hidup saya, saya tak akan melukai perasaan perempuan lain dengan merebut kekasih atau suaminya.
Kini, saya berpikir, ada apa dengan laki-laki jaman sekarang? Mengapa mereka mencari sampingan? Adakah satu istri/ atau satu kekasih tidak cukup bagi mereka? Apalagi baru-baru lalu, poligami marak. Dua bulan lalu,saat diikut sertakan dalam Kajian Islam Kantor di kawasan sejuk saya sempat mendebat seorang penceramah saat dia membawakan topik poligami. Saya berargumen bahwa sebelum memutuskan ‘ok, dia akan saya jadikan istri kedua saya’, pasti ada tahap-tahap selingkuh juga. Apakah ini benar dalam agama? Mana ada laki-laki jaman sekarang sesuci Rasulullah dan setulus Sang UtusanNya itu? Bahkan seorang Dai kondang saja tidak bisa menahan hasrat hatinya melihat kemulusan dan kebeningan seorang perempuan lain. Walaupun dengan dalih menolong janda, but please… kalau jandanya ga bening kaya gitu, saya percaya deh.
Aah sudahlah, kok saya jadi meneracau begini? Mending saya teruskan membaca buku kedua yang sudah saya siapkan untuk weekend ini, The Black Book –Orhan Pamuk. Entah ide apa lagi yang akan muncul di benak saya setelah membaca buku ini? Hmmm, enaknya sambil mendengarkan CD Michael Buble yang baru saya beli…
Subscribe to:
Posts (Atom)