What I hate working with Deplu is ‘Farewell’. Mengucapkan selamat tinggal pada sesuatu, orang-orang, lalu menuju tempat baru dan bertemu orang-orang baru pula.
Hari Jumat lalu, beberapa orang mengucapkan ‘sampai jumpa’. Saya salah satu dari orang-orang itu. Sedih. After all those moments shared. Setelah mengucapkan itu, saya langsung pergi tanpa menoleh. Kalau saya menoleh, pasti saya menangis.
Keesokannya, saya mengunjungi Sarinah-Thamrin. Dan saya melihat gedung Ex-PBB, sebulan lalu kami masih di sana. Gedung itu pernah menjadi kantor sementara kami selama gedung lama berlantai 6 di Pejambon didekorasi ulang. Mata saya berkaca-kaca. Melihat gedung itu kini bertambah tua, lelah. Tak terlihat hilir-mudik orang-orang lagi. Saat kami, para Deplu-ers menempati gedung itu, walaupun memang gedung itu sudah tua, gedung itu tampak lebih ceria dan hidup. Dari Sarinah saya memandang ke sudut kiri lantai 3 gedung itu, membayangkan bulan-bulan yang kami habiskan di sana. Makan ke Sabang, belanja di Sarinah dan EX, bahkan Burger King dan Pizza Hut menorehkan kenangan saat berkantor di sana.
Hhhhh… saya kembali menghela napas. Satu persatu personel ruang itu pergi, termasuk saya yang akan meneruskan pendidikan di negeri seberang sana. Digantikan orang-orang baru.
Saya pun beranjak. Seperti juga hidup yang terus bergulir dan terus bergulir.
Sunday, February 17, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment